5 Warung Nasi Tiwul Pacitan dengan Cita Rasa Kayu Bakar. Pacitan tidak hanya dikenal dengan keindahan pantainya yang memukau dan julukan “Kota 1001 Goa”, tetapi juga sebagai surga bagi para pencinta kuliner tradisional.
Salah satu ikon kuliner yang tak lekang oleh waktu di tanah kelahiran Presiden ke-6 RI ini adalah Nasi Tiwul. Bagi masyarakat lokal, nasi tiwul bukan sekadar pengganti nasi beras, melainkan warisan budaya yang menyimpan cita rasa mendalam.
Di tengah gempuran alat masak modern, beberapa warung di Pacitan masih setia mempertahankan cara memasak tradisional menggunakan tungku dan kayu bakar (luweng). Aroma asap yang meresap ke dalam butiran singkong yang kenyal memberikan sensasi “smoky” yang tidak bisa didapatkan dari rice cooker.
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai 5 warung nasi tiwul di Pacitan yang masih mempertahankan cita rasa kayu bakar, lengkap dengan detail suasana, menu pendamping, dan info terbaru tahun 2026.
1. Rumah Makan Godhong Jati: Primadona Autentik di Tepi Jalur Lintas Selatan
Jika Anda mencari pengalaman makan nasi tiwul yang paling ikonik, Rumah Makan Godhong Jati adalah perhentian wajib. Terletak strategis di jalur menuju pantai-pantai hits, warung ini menawarkan sensasi makan beralaskan daun jati segar.
- Keunggulan Cita Rasa: Tiwul di sini dimasak dengan teknik pengukusan tradisional menggunakan kayu jati dan kayu keras lainnya. Hasilnya, tekstur tiwul sangat pulen dan tidak seret di tenggorokan. Penggunaan daun jati sebagai alas makan menambah aroma harum yang khas saat bersentuhan dengan tiwul yang masih panas.
- Menu Pendamping: Jangan lewatkan sayur kalakan (olahan ikan hiu atau ikan pari asap) yang pedas dan bersantan kental. Perpaduan manisnya tiwul singkong dengan pedas gurihnya sayur kalakan adalah kombinasi maut yang sulit dilupakan.
- Update 2026: Warung ini telah memperluas area parkirnya untuk menampung bus pariwisata dan menyediakan fasilitas “Live Cooking” di mana pengunjung bisa melihat proses menumbuk singkong menjadi gaplek secara tradisional pada jam-jam tertentu.
2. Warung Makan Bu Gati: Legenda di Tengah Kota
Terletak tidak jauh dari pusat kota Pacitan, Warung Bu Gati adalah potret konsistensi rasa selama puluhan tahun. Meski berada di area yang mulai modern, dapur Bu Gati tetap mengepulkan asap dari kayu bakar.
- Keunggulan Cita Rasa: Bu Gati sangat selektif dalam memilih bahan baku singkong. Hanya singkong jenis tertentu yang dijadikan gaplek agar rasa tiwulnya memiliki semburat manis alami tanpa tambahan gula. Proses memasaknya memakan waktu lama di atas api kecil dari kayu bakar agar matang merata hingga ke bagian dalam.
- Menu Pendamping: Ikan laut goreng segar yang baru ditangkap dari pelabuhan Tamperan menjadi teman setia tiwul di sini. Sambal bawangnya yang super pedas dibuat mendadak (fresh) menggunakan ulekan batu.
- Update 2026: Kini tersedia paket “Hampers Tiwul Instan Kayu Bakar” bagi wisatawan yang ingin membawa pulang cita rasa autentik Bu Gati dalam bentuk kering yang tahan lama tanpa pengawet kimia.

3. Lesehan Tiwul Bu Gandos: Menikmati Kuliner dengan View Jalur Lintas Selatan
Berlokasi di kawasan Teleng Ria, Lesehan Bu Gandos menawarkan suasana makan yang santai dengan bangunan kayu yang estetik. Warung ini menjadi favorit keluarga karena tempatnya yang luas dan bersih.
- Keunggulan Cita Rasa: Meskipun melayani porsi besar, Bu Gandos tetap mempertahankan penggunaan tungku kayu bakar. Aroma “sangit” (asap) yang tipis pada tiwulnya memberikan karakter yang kuat. Tiwulnya cenderung memiliki warna cokelat gelap yang menggugah selera.
- Menu Pendamping: Udang goreng tepung dan cumi hitam adalah menu yang paling banyak dicari. Bagi yang tidak suka seafood, tersedia ayam kampung goreng yang bumbunya meresap hingga ke tulang.
- Update 2026: Lesehan Bu Gandos kini mengintegrasikan sistem reservasi digital melalui WhatsApp dan aplikasi travel untuk memudahkan rombongan besar memesan tempat, terutama pada musim liburan sekolah dan akhir tahun.
4. Warung Tiwul Wonogiri-Pacitan (Perbatasan): Cita Rasa Desa yang Jujur
Terletak di perbatasan antara Pacitan dan Wonogiri, warung sederhana ini sering kali terlewat oleh wisatawan, namun menjadi “harta karun” bagi para food blogger dan pencari rasa orisinal.
- Keunggulan Cita Rasa: Karena letaknya yang berada di pegunungan, pasokan kayu bakar di sini sangat melimpah. Hal ini membuat proses memasak tidak pernah terburu-buru. Tiwul yang dihasilkan memiliki tekstur sedikit kasar namun sangat kenyal, khas masakan pedesaan yang jujur.
- Menu Pendamping: Sambal korek dan lalapan daun pepaya yang tidak pahit adalah andalannya. Jangan lupa mencoba tempe mendoan lebar yang digoreng garing di pinggirannya.
- Update 2026: Warung ini mulai dikenal melalui media sosial karena pemandangan lembah di belakang warungnya yang sangat instagramable saat kabut pagi turun.
5. RM. Sari Laut: Perpaduan Mewah Tiwul dan Hasil Bumi Samudera
RM. Sari Laut membuktikan bahwa nasi tiwul bisa naik kelas. Tempat ini menggabungkan konsep rumah makan seafood besar dengan keaslian proses memasak tradisional untuk menu tiwulnya.
- Keunggulan Cita Rasa: Meskipun dapurnya modern untuk pengolahan seafood, khusus untuk penanakan tiwul, mereka tetap menyediakan area tungku kayu bakar khusus. Ini dilakukan untuk menjaga standar rasa yang diinginkan pelanggan setianya.
- Menu Pendamping: Lobster saus padang atau kepiting soka menjadi pendamping mewah bagi nasi tiwul yang sederhana. Kontras antara kemewahan seafood dan kesederhanaan tiwul menciptakan simfoni rasa yang unik.
- Update 2026: RM Sari Laut kini menyediakan fasilitas charging station untuk kendaraan listrik (EV) di area parkirnya, menjadikannya tempat transit yang ideal bagi pelancong modern.
Mengapa Memasak dengan Kayu Bakar Itu Penting?
Secara teknis, suhu yang dihasilkan oleh kayu bakar lebih stabil dan mampu menembus pori-pori kukusan bambu (dandang) dengan lebih baik dibandingkan kompor gas. Selain itu, partikel asap dari kayu (seperti kayu jati, kayu buah, atau kayu keras lainnya) mengandung senyawa aromatik yang menempel pada butiran tiwul, memberikan dimensi rasa kelima—umami yang alami.
Di tahun 2026, pengalaman makan seperti ini menjadi semakin langka dan bernilai tinggi. Ini bukan sekadar tentang rasa lapar yang terobati, tapi tentang merayakan lambatnya waktu (slow food movement) dan menghargai proses panjang dari sebutir singkong hingga menjadi hidangan meja.
Tips Berburu Nasi Tiwul di Pacitan:
- Datang Lebih Awal: Warung-warung legendaris biasanya sudah kehabisan stok tiwul kayu bakar setelah jam 2 siang.
- Tanyakan Sayur Kalakan: Pastikan Anda mencoba sayur kalakan sebagai pendamping wajib tiwul untuk pengalaman “Pacitan Banget”.
- Bawa Uang Tunai: Meskipun beberapa sudah menerima QRIS, warung di area perbatasan terkadang terkendala sinyal, jadi uang tunai tetaplah raja.
Pacitan dan nasi tiwulnya adalah pasangan yang tak terpisahkan. Jika Anda berencana melakukan perjalanan menyusuri Jalur Lintas Selatan (JLS) di tahun 2026 ini, pastikan salah satu dari lima warung di atas masuk dalam rencana perjalanan Anda. Selamat menikmati kelezatan tradisional yang berasap dan bersahaja!
